Jumat, 10 Januari 2014

Aspek - Aspek Dualisme

Ada 3 (tiga) Aspek Dualisme dalam Ekonomi yaitu :
1.      Perekonomian pasar (The Market Economy)
Seperti telah di bicarakan bahawa dipusat-pusat kota, perekonomian sudah bersifat ekonomi pasar dan banyak menggunakan uang. Kota-kota itu sendiri biasanya atau kadang-kadang berupa kota pelabuhan yang mempunyai hubungan udara, laut, radio atau pun telepon. Perdagangan dengan luar negeri bagi daerah-daerah  pedalaman melewati kota-kota ini. Kota-kota ini menjadi  pusat perdagangan.

Kantor-kantor pemerintah, sekolah-sekolah, gedung-gedung bioskop dan lain-lain, semuanya terpusat di dalam kota. Sedangkan yang tinggal di kota-kotasebagian besar terdiri dari pedagang-pedagang, pegawai-pegawai, guru-guru, dokter-dokter dan lain sebagainya yang  dikenal dengan pekerja kantor (white collar workers). Mata pencaharian mereka masih pada tingkat yang sederhana akan tetapi sudah berspesialisasi. Karena itu apa yang hendak dikonsumsi harus dibeli dengan uang, sebab mereka tak dapat membuat sendiri semua barang-barang dibutuhkannya.

Upah di kota biasanya lebih tinggi dari pada desa. Hal ini sering disebabkan oleh upah minimum di kota. Bagi industry milik bangsa asing upah lebih tinggi lagi, selainitu biaya hidup di kota lebih tinggi daripada di desa dan biasanya di kota di butuhkan tenaga-tenaga yang punya kepandaian atau pendidikan tertentu. Pekerja di sector industry minimum harus berpendidikan sekolah dasar atau dapat membaca.Karena kondisi inilah maka upahnya juga lebih tunggu.

Kehidupan penduduk kota terutama kebutuhan makanan tergantung pada dearah-daerah sekitarnya, sehingga transaksi-transaksi pembelian ini menyebabkan daerah-daerah sekitar kota itu mulai banyak menggunakan uang. Para petani di sekitar kota lalu menanam tanaman untuk dijual dan tidak untuk kepentingan konsumsi sendiri. Tetapi karena perhubungan atau prngangkuatan biasanya masih cukup sukar maka harga makanan menjadi mahal.Sehingga meluasnya pasar ke daerah terpencil menemui kesulitan yang berarti.


2.      Perekonomian Subsisite
Aspek kedua dari dualisme ekonomi ialah ekonomi subsistem.Masih ada beberapa daerah terpencil yang hingga sekarang belum pernah mengadakan kontrak dengan dunia luar artinya belum mengadakan pertukaran dengan daerah luar. Dalam keadaan-keadaan normal, perekonomian subsistem tidak saja bertindak untuk memenuhi kebutuhan sendiri (self sufficient) dalam hal makanan, akan tatapi juga dapat mengadakan/menyediakan bahan makanan, barang-barang tenunan, kerajinan, barang-barang ruma tangga, alat-alat dapur dari tanah dan lain sebagainya. Dalam masyarakat ini biasanya perdagangan dilakukan tidak dengan uang, tetapi tukar-menukar dengan cara barter, misalnya untuk pelunasan utang orang-orang desa menerima beras yang lalu dijual di kota-kota. Merekalah yang menghubungkan antara ekonomi subsistem dengan ekonomi pasar.Mereka merupakan klas menengah.

Biasanya anak-anak muda desa mencoba mencari pekerjaan di kota-kota sedangkan yang tinggal di desa hanyalah yang kekuatan produksinya sudah berkurang atau umurnya relatif tua.

Tersaingnya mereka dari dunia luar lainnya dapat bersifat fisik dan psikologi.Fasilitas trasnpor kurang sekali, sehingga berita-berita disiarkan lewat mulut. Mereka buta huruf dan tak ada hasrat untuk mengubah cara hidup.

3.      Daerah Kantong Asing (The foreign Enclaves)
Di daerah-daerah yang masih terbelakang kadang-kadang terdapat perusahaan-perusahaan asing yang sudah menggunakan teknologi pada modal yang tinggi, misalnya: tambang minyak di Timur Tengah, Vanezuela, Libia, Indonesia (di Pakan Baru, Dumai misalnya) dan lain-lainnya. Ada pendapat yang menyatakan bahwa ini merupakan ekonomi colonial. Apa yang dihasilkan oleh mereka melulu untuk ekspor dan hubungannya dengan dalam negeri  sendiri hanya dalam untuk pembayaran upah-upah buruh. Foreign enclave ini mempunyai pengaruh cultural terhadap masyarakat disitu yaitu dapat mendidik orang-orang setempat dan lain sebagainya.

Alat-alat trasportasi mereka mengangkut barang- barang hasil produksi konsumsi seperti radio dan sebagainya, sehingga daerah itu mengenal barang-barang baru.Cara mereka bekerja dalam industry itu sudah menggunakan tingkat teknik /alat-alat modern.

Dari keterangan di atas, ada kesimpulan Negara sedang berkembang banyak yang mempunyai ekonomi rangkap tiga (triple economies) ini yaitu:
a.    Perekonomian subsistem diluar kota atau di daerah pedesaan.
b.    Peekonomian pasar di daerah dekat kota dan di kota.

c.    Daerah kantong “asing” di sekitar kota yang terpisah.

Pengaruh Dualisme Terhadap Pembangunan

Di muka telah dijelaskan berhagai macam dualisme yang terjadi di NSB.Berbagai pendapat telah dikemukakan tentang akibat buruk dari adanya keadaan dualism tersebut terhadap peluang pengembangan masyarakat yang masih menjalankan kegiatan-kegiatan ekonominya dengan cara-cara tradisional.Analisis-analisis tersebut pada dasarnya menunjukkan bahwa berbagai macam dualisme yang ada di NSB, terutama dualisme sosial dan teknologi, menyebabkan mekanisme pasar tidak berfungsi sebagaimana mestinya.Dan ketidaksempurnaan mekanisme pasar ini selanjutnya mengakibatkan sumberdaya-sumberdaya yang tersedia tidak dapatdigunakan secara efisien.Di samping itu, analisis-analisis tersebut menunjukkan pula bahwa penggunaanteknologi yang terlalu tinggi di sektor modern mempersulit proses perkembangankesempatan kerja di sektor modern.

Hal ini akan menambah kerumitan rnasalahpengangguran yang dihadapi dan akan membesar jurang pendapatan antarasektor-sektor ekonomi yang lebih moderen dengan sektor-sektor ekonomi yangtradisional.Berbagai corak hambatan yang timbul sebagai akibat dari adanya sifat-sifatdualisme dalam perekonomian yang perkembangannya masih belum begitu tinggi bersumber dari adanya pengaruh yang masih sangat kuat dari sektor-sektor tradisional terhadap kehidupan seluruh masyarakat dan kegiatan perekonomian.Sebagian besar kegiatan-kegiatan ekonomi dalam NSB yang relatif miskin masih dilaksanakan dengan menggunakan teknik-teknik yang sangat sederhana dan didasarkan kepada cara berpikir yang masih tradisional.Hal yang pertama menyebabkan produktivitas berbagai kegiatan produktif sangat rendah, dan hal yang kedua menyebabkan usaha-usaha untuk mengadakan perubahan atau pembaharuan sangat terbatas sekali




Dengan demikian, cara-cara produksi tradisional dan yang memiliki produktivitas yang rendah tidak mengalami perubahan yang berarti dari masa ke masa.Kehidupan rnasyarakat yang masih sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai hidup yang diwarisi selama beberapa generasi membatasi kemungkinan untuk mengadakan perbaikan-perbaikan dalam teknologi memproduksi maupun dalam organisasi memproduksi, dan mengembangkan pasar yang baru.Keadaan masyarakat seperti itu juga menimbulkan ketidaksempurnaan di dalam pasar sehingga mekanisme pasar tidak dapat berfungsi secara efisien.


Dualisme yakni merupakan suatu konsep yang didiskusikan secara luas dalam ilmu ekonomi pembangunan.Hal ini berarti keberadaan dan kesinambungan pemisahan yang semakin meningkat diantara Negara-negara kaya dan miskin serta diantara orang-orang kaya dan miskin diberbagai tingkatan.

Macam - Macam Dualisme

Dualisme dapat dibedakan dalam beberapa macam yaitu :

1.      Dualisme Sosial
Dualisme sosial merupakan temuan penelitian dari seorang ekonom Belanda, J. H. Boeke.tentang sebab-sebab kegagalan dari kebijaksanaan (ekonomi) colonial Belanda di Indonesia.Kegagalan kebijaksanaan ekonomi liberal yang diterapkan Belanda pada tahun 1870 dalam upaya untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia, terutama di Jawa, menjadikan kebijaksanaan colonial ditinjau kembali secara intensif.Berawal dari tesis doktornya pada tahun 1910, Boeke menyatakan bahwa pemikiran ekonomi Barat tidak bisa diterapkan dalam memahami permasalahan perekonomian negara-negara jajahan (tropis) tanpa suatu "modifikasi" teori. Jika ada pembagian secara tajam, mendalam, dan luas yang membedakan masyarakat menjadi dua kelompok, maka banyak persoalan sosial dan ekonomi yang bentuk dan polanya sangat berbeda dengan teori ekonomi Barat sehingga pada akhirnyateori tersebut akan kehilangan hubungannya dengan realitas dan bahkan kehilangan nilainya.





Oleh karena itu, Boeke menganggap bahwa prokondisi dari dualismenya adalah hidup berdampingannya dua sistem sosial yang berinteraksi hanya secara marginal melalui hubungan yang sangat terbatas antara pasar produkdan pasar tenaga kerja.Prinsip pokok tesis Boeke adalah pembedaan antara tujuan kegiatan ekonomi di Barat dan Timur secara mendasar.Ia mengatakan bahwa kegiatan ekonomi di Barat berdasarkan pada rangsangan kebutuhan ekonomi, sedangkan Indonesia disebabkan oleh kebutuhan-kebutuhan sosial. Secara tajam ia mengkritik usaha-usaha untuk menjelaskan proses pengalokasian sumberdaya atau ditribusipendapatan dengan cara menggunakan teori produktivitas marginal dari kaum Neo Klasik, terutama sekali karena immobilitas sumber daya dalam masyarakat Timur.

Berbicara mengenai konsep dualismenya sendiri, Boeke mengawali penjelasannya dengan mengatakan bahwa dalam arti ekonomi masyarakat memiliki tiga ciri yaitu semangat sosial, bentuk organisasi, dan teknologi yang mendominasinya. Saling ketergantungan dan saling keterkaitan antara ketiga ciri tersebut disebut system sosial atau gaya sosial. Suatu masyarakat disebut masyarakat yang homogen jika didalamnya hanya terdapat satu sistem sosial. Tetapi, dalam suatu masyarakat bias juga terdapat dua sistem sosial atau lebih. Masyarakat seperti itu disebut masyarakat duatistik atau majemuk.Di dalam masyarakat yang dualistik, ada dua sistem sosial yang wujud secara berdampingan di mana yang satu tidak dapat sepenuhnya menguasai yang lainnya, demikian sebaliknya. Keadaan dualistic tersebut disebabkan oleh adanya sistem sosial yang lebih moderen terutama berasal dari negara-negara Barat yang kemudian berkembang di negara lain sebagai akibat dari adanya penjajahan dan perdagangan internasional sejak abadyang lalu. Penetrasi sistem sosial yang baru itu menyebabkan kegiatan dan cara berpikir sebagian masyarakat di negara jajahan (atau NSB) sama dengan yang terdapat dinegara-negara yang sudah lebih maju. Sementara itu, di lain pihak perubahan sistem sosialnya sangat kecil sekali, sehingga keadaan yang terjadi setelah adanya penetrasi tersebut tidak banyak berubah jika dibandingkan dengan keadaan sebelum penetrasi tersebut.




Berdasarkan keadaan tersebut, Boeke mengemukakan teorinya tentang dualisme sosial di NSB, dan pengertian tersebut didefinisikannya sebagai suatu pertentangan dari suatu sistem yang diimpor dengan sistem social pribumi yang memiliki corak yang berbeda.Penetrasi yang terjadi sebagian besar berawal dari penetrasi dalam bidang politikyaitu yang berbentuk penjajahan yang dilakukan oleh beberapa negara Barat terhadap sebagian besar daerah di Asia dan Afrika.Kemudian penetrasi tersebut berbentuk pengembangan kegiatan-kegiatan ekonomi moderen di wilayah-wilayah tertentu dalam daerah yang dijajah tersebut.Kegiatan-kegiatan ekonomi itu terutama sekali adalah dengan mengembangkan perkebunan-perkebunan yang ditanami tanaman-tanaman ekspor dan perusahaan-perusahaan pertambangan.

Pengembangan kegiatan-kegiatan ekonomi di atas mengakibatkan perkembangan ekspor dari berbagai daerah di Asia, Afrika, dan Amerika Latin lebih cepat darisektor-sektor lainnya pada pertengahan abad ke-19. Perkembangan tersebutbertambah pesat lagi pada awal abad ke-20 ini.Hal ini tampak pada perkembangan nilai ekspor dari semua NSB, terutama ekspor bahan mentah, dan pada perubahan peranan bahan mentah dari NSB tersebut dalam keseluruhan ekspor bahan mentah dunia.Perkembangan sektor ekonomi moderen, yang pada awalnya terutama timbul sebagai akibat dari perkembangan kegiatan perusahaan-perusahaan perkebunan dan pertambangan, juga mengakibatkan perubahan dalam kegiatan-kegiatan ekonomi di sektor tradisional.Dalam sektor tradisional ini kegiatan pertukaran semakin meluas dan kegiatan produksi bukan saja dikhususkan untuk menghasilkan bahan makanan untuk keperluan sendiri (subsisten), tetapi juga untuk tujuan komersial.Sekarang kegiatan para petani juga meliputi kegiatan produksi untuk menghasilkan bahan makanan yang berorientasi pada pasar dan menanam tanaman ekspor.Perkembangan perkebunan-perkebunan besar telah membuka mata para petani sektor tradisional tentang kemungkinan untuk memperoleh tambahan pendapatan dengan menanam tanaman-tanaman ekspor.




Kesadaran ini mendorong mereka mengembangkan tanaman ekspor tersebut dan perkembangan tersebut merupakan salah satu faktor penting yang menciptakan perluasan kegiatan pertukaran di sektor ekonomi tradisional.Para petani menjual hasil tanaman ekspornya ke pasar dan kemudian hasil penjualan tersebut digunakan untuk membeli produk-produk sektor industri dan kadang-kadang bahan makanan.

Keadaan ini menunjukkan bahwa kegiatan sektor tradisional untuk mengembangkan tanaman ekspor merupakan salah satu penyebab dalam perubahan dalam corak kegiatan pertanian di sektor pertanian tradisional dari berupa kegiatan untuk memenuhi kebutuhan sendiri menjadi meliputi pula usaha untuk memenuhi keperluan pasar.Namun demikian, perkembangan tersebut tidak banyak merubah aspek-aspek lain dalam kehidupan masyarakat tradisional. Misalnya organisasi produksi dan carabercocok tanam keadaannya masih tetap sama dengan keadaan pada waktu pertanian masih bersifat subsisten. Adat istiadat dan faktor-faktor sosial lainnya juga tidak mengalami perubahan yang fundamental, dan perkembangan tingkat pendidikan di sektor tradisional masih sangat kecil.Oleh karena itu, di dalam masyarakat tersebut terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara kegiatan dan organisasi ekonomi yang dikembangkan menurutcara-cara yang moderen yang menggunakan teknologi moderen dengan organisasi masyarakat yang berkembang menurut cara-cara tradisional yang telah biasa dilakukan di dalam masyarakat tersebut. Sebagai akibatnya timbullah apa yang kita namakan dualisme sosial, di mana di dalam masyarakat tersebut terdapat duasistem sosial yang sangat berbeda dan keduanya wujud secara berdampingan.

Teori dualisme Boeke ini banyak sekali dikritik, tetapi banyak pula yang mendukungnya. Kritik terhadap teori ini biasanya berasal dari ekonom Neo Klasik(misalnya Higgins) sedangkan yang mendukungnya biasanya berasal dari sosiologdan antropolog.




Para ekonom aliran Neo Klasik biasanya menolak berlakunya sistem dualisme ini karena mereka bertitik tolak dari paradigma Neo Klasik bahwa dualisme adalah fenomena yang bersifat sementara, sebagai akibat belum sempumanya pasar; dalam proses pembangunan, menurut mereka dualisme akan berkurang dan lambat faun akan hilang dengan sendirinya. Secara khusus, Mackie (1981) dengan tegas mengatakan bahwa teori dualism (Boeke) tidak membantu, bahkan menghambat usaha mempelajari perekonomian Indonesia Namun demikian dia juga heran mengapa teori yang dianggap "salah"oleh banyak sarjana ekonomi itu terus-menerus dibicarakan dalam hubungan dengan perekonomian Indonesia. Masih banyak kritik lain, misalnya dari beberapapenulis Belanda, tetapi tidak akan kita bahas di sini karena buku ini hanya bersifat mengantar untuk memahami permasalahan ini lebih lanjut.

Sementara itu, para sosiolog dan antropolog menyatakan bahwa kalau memang dalam suatu masyarakat terdapat dualisme, maka sifat tersebut tidak akan hilang begitu saja dengan adanya proses pembangunan ekonomi. Itulah sebabnya DiffordGeertz (1963) dengan menggunakan konsep-konsep dualisme dalam ekologi menunjukkan dukungannya pada teori Boeke. la menggambarkan perbedaanantara "Indonesia dalam" dan " Indonesia luar", dan antara sektor perkebunan moderen yang padat modal dengan sektor pertanian tradisional yang padat karya.

2.      Dualisme Teknologi
Benjamin Higgins (1956) mempertanyakan kesahihan dan observasi empiris Boeke dan menunjukkan contoh yang lebih khusus kegunaan kerangka analisis ekonomi Barat dalam menghadapi apa yang dikemukakan Boeke Higgins, yang secara eksplisit menolak dualisme sosialnya Boeke, menemukan bahwa asal mula dari dualisme adalah perbedaan teknologi antara sektor modern dan sektor tradisional.




Menurut Higgins, sektor moderen terpusat pada produksi komoditi primer dalam pertambangan dan perkebunan. Sektor moderen itu mengimpor teknologinya dari luar negeri.Teknologi impor yang digunakan dalam sektor modern tersebut bersifat hemat tenaga kerja (labor saving) di mana secara relatif modal lebih banyak digunakan Keadaan ini berbalikan dengan keadaan pada sektor tradisionalyang ditandai oleh besarnya kemungkinan untuk mengganti modal dengan tenaga kerja serta penggunaan metoda produksi yang padat tenaga kerja (labor intensive). Perkembangan sektor modern terutama sekali merupakan respons terhadap pasar luar negeri dan pertumbuhannya hanya mempunyai dampak yang kecil terhadap perekonomian lokal sedangkan perkembangan sektor tradisional sangat terbatas karena kurangnya tabungan (pernbentukan modal) dengan kata lain, dualisme teknologi adalah suatu keadaan di mana di dalam suatu kegiatan ekonomi tertentu digunakan teknik produksi dan organisasi produksiyang modern yang sangat berbeda dengan kegiatan ekonomi lainnya dan pada akhirnya akan mengakibatkan perbedaan tingkat produktivitas yang sangat besar.

Kegiatan-kegiatan ekonomi yang tergolong dalam sektor moderen antara lain:industri minyak, industri pertambangan lainnya, perkebunan yang diusahakansecara besar-besaran, industri-industri pengolahan, transportasi, dan sebagainya. Sedangkan kegiatan-kegiatan ekonomi yang teknologinya rendah antara lain:pertanian pangan, industri rumah tangga, pertanian barang ekspor yang menggunakan metoda dan organisasi produksi yang tradisional, dan lain-lain. Faktor-faktor lain, selain penggunaan modal yang lebih banyak, yang menyebabkan perbedaan tingkat produktivitas antara sektor moderen dan sector tradisional menjadi sangat tinggi antara lain: tingkat pendidikan para pekerja,teknik produksi, dan organisasi produksi.




3.      Dualisme Finansial
Hla Myint (1967) meneruskan studi Higgins tentang peranan pasar modal dalam proses terjadinya dualisme. Myint membuat analisis mengenai pasar uang yang terdapat di NSB dan menunjukkan adanya dualisme finansial.Pengertian dualism finansial ini menunjukkan bahwa pasar uang di NSB dapat dipisahkan ke dalam 2 kelompok yaitu pasar uang yang memiliki organisasi yang baik (organized moneymarket) dan pasar uang yang tidak terorganisir (unorganized money market).Pasar uang jenis pertama terdiri dari Bank-bank komersial dan lembaga-lembaga keuangan non-Bank.Lembaga-lembaga tersebut terutama sekali terdapat di pusat-pusat bisnis dan kota-kota besar.Perkembangan pasar uang tersebut bersamaan dengan adanya perluasan investasi untuk mengembangkan perkebunan tanaman ekspor dan perusahaan-perusahaan pertambangan.

Oleh karena itu, pada mulanya kegiatan lembaga keuangan tersebut terutama sekali bertujuan untuk menyediakan pinjaman-pinjaman kepada perusahaan-perusahaan tersebut.Namun setelah NSB mencapai kemerdekaan, pemerintah mereka mengadakan berbagai usaha yang bersifat mendorong lembaga-lembaga keuangan modern untuk memberikan pinjaman kepada sektor-sektor ekonomi lainnya, terutama kepada sektor industri dan sektor pertanian rakyat.Sedangkan pasar uang yang tidak terorganisir adalah pasar uang yang tidak berbentuk lembaga keuangan formal.Misalnya para rentenir, para petani kaya, pedagang-pedagang perantara, dan pemilik-pemilik modal di daerah-daerah lain dalam negara tersebut.




4.      Dualisme regional.
Dualisme regional ini banyak dibicarakan para ahli sejak tahun 1960-an. Pengertian dualisme regional ini adalah ketidak seimbangan tingkat pembangunan antar berbagai daerah dalam suatu negara.Ketidakseimbangan ini sebenarnya terdapat juga di negara-negara maju, tetapi keadaannya tidaklah separah seperti yang terjadi di NSB.Selain itu, di negara-negara maju ketidakseimbangan itu cenderung bertambah kecil.Di NSB keadaannya berbeda. Di NSB, pada tahap awal proses pembangunannya, perbedaan tingkat pembangunan antar daerah semakin buruk dibandingkan pada masa lalu.

Ada beberapa daerah yang herkembang sangat pesat sehingga banyak di antaranya mencapai keadaan ekonomi dan sosial yang sudah mendekati negara maju, sedangkan di lain daerah perkembangannya sangat lambat dan bahkan mungkin mengalami kemunduran. Dualisme regional ini bisa mengakibatkan bertambah lebarnya kesenjangan (gap) tinqkat kesejahteraan antara berbagai daerah.Selain itu, dualisme regional yang semakin buruk juga hisa menimbulkan masalah-masalah sosial-politik yang dapat mengharnbat usaha untuk mempercepat lajunya pertumbuhan ekonomi di NSB.

Dualisme regional di NSB dibedakan menjadi dua jenis yaitu:
1.      Dualisme antara daerah perkotaan dan pedesaan
2.      Dualisme antara pusat negara, pusat industri dan perdagangan dengan daerahdaerahlain dalam negara tersebut


Kedua jenis dualisme tersebut timbul terutarna sekali sebagai akibat dari investasiyang tidak seimbang antara daerah perkotaan dengan daerah pertanian (pedesaan).Ketidakseimbangan tersebut akhirnya menyebabkan kesenjangan antara pusat negara dengan daerah-daerah lainnya dan antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan bertambah besar.

Pembahasan Makalah Ekonomi Pembangunan

Pengertian Dualisme
Konsep  Dualisme adalah Perbedaan antara bangsa kaya dan miskin, perbedaan antara berbagai golongan masyarakat yang semakin meningkat.

Pengertian dualisme itu sendiri dapat diartikan sebagai adanya dua sistem yang sangat berbeda dan kedua-duanya wujud secara berdampingan. Dan dua keadaan berbeda dimana sebagian bersifat superior dan lainnya inferior yang bisa hidup berdampingan pada ruang dan waktu yang sama.

Konsep Dualisme memiliki 4 unsur yakni:

      1. Dua keadaan yang berbeda di mana sebagian bersifat "superior" dan lainnya bersifat "inferior" yang bisa hidup berdampingan pada ruang dan waktu yang sama. Misalnya hidup berdampingannya antara metoda produksi moderen dan tradisional pada sektor perkotaan dan pedesaan, antara orang kaya berpendidikan tinggi dengan orang miskin yang tidak berpendidikan sama sekali, antara negara-negara industri yang kuat dan kaya dengan negara-negara lemah. Semua itu merupakan penjelmaan dari keadaan yang dualistis.

2.      Kenyataan hidup berdampingan itu bersifat kronis dan bukan transisional. Keadaan tersebut bukan fenomena yang sementara, yang karena waktu,  perbedaan antara keadaaN yang superior dengan inferior itu akan hilang dengan sendirinya. Dengan kata lain, hidup berdampingannya antara kemakmuran dan kemiskinan secara internasional bukanlah suatu fenomena yang sederhana yang bisa hilang karena proses waktu semata.



3.      Derajat superioritas atau inferioritas itu tidak menunjukkan kecenderungan yang menurun, bahkan terus meningkat. Misalnya, perbedaan produktivitas antara industri-industri di negara maju dengan di NSB tampak semakin jauh dari tahun ke tahun.

4.       Keterkaitan antara unsur superior dan unsur inferior tersebut menunjukkan bahwa keberadaan unsur superior tersebut hanya berpengaruh kecil sekali atau bahkan tidak berpengaruh sama sekali dalam mengangkat derajat unsur inferior. Bahkan kenyataannya, unsur yang superior tersebut sering kali justru menyebabkan timbulnya kondisi keterbelakangan (underdevelopment).

Contoh Kata Pengantar makalah Ekonomi Pembangunan

KATA PENGANTAR
Pujisyukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karna berka trahmat dan karunia-Nya Makalah Ekonomi Pembangunan ini dapat diselesaikan tepatwaktu.
Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan MakalahEkonomi Pembangunan ini.
            Kami menyadari di dalam Makalah Ekonomi Pembangunan inijauhdari kata sempurna.Olehkarenaitu kami mengharapkankritikdan saran daripembaca.Akhir kata kami mengharapkan Makalah Ekonomi Pembangunan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.



                                                                                                                                                Penulis

LINUX


Linux (diucapkan ˈlɪnÉ™ksatau /ˈlɪnÊŠks/)adalahnama yang diberikankepada sistemoperasi komputer bertipe Unix. Linux merupakansalahsatucontohhasilpengembangan perangkatlunakbebas dan sumberterbuka utama.Sepertiperangkatlunakbebasdansumberterbukalainnyapadaumumnya, kodesumber Linux dapatdimodifikasi, digunakandandidistribusikankembalisecarabebasolehsiapasaja.

Nama "Linux" berasaldarinamapembuatnya, yang diperkenalkantahun 1991 oleh Linus Torvalds. Sistemnya, peralatansistem dan pustakanyaumumnyaberasaldari sistemoperasi GNU, yang diumumkantahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU adalahdasardarimunculnya namaalternatif GNU/Linux.

Linux telah lama dikenaluntukpenggunaannya di server, dandidukungolehperusahaan-perusahaankomputerternamaseperti IntelDellHewlett-PackardIBMNovellOracle CorporationRed Hat, dan Sun Microsystems. Linux digunakansebagaisistemoperasi di berbagaimacamjenisperangkatkeras komputer, termasuk komputer desktopsuperkomputer, dan sistembenam seperti pembacabukuelektronik, sistempermainan video (PlayStation 2PlayStation 3 dan XBox), telepongenggam dan router. Para pengamatteknologiinformatikaberanggapankesuksesan Linux dikarenakan Linux tidakbergantungkepada vendor (vendor independence), biayaoperasional yang rendah, dankompatibilitas yang tinggidibandingkanversi UNIX takbebas, sertafaktorkeamanandankestabilannya yang tinggidibandingkandengansistemoperasilainnyaseperti Microsoft Windows. Ciri-ciriinijugamenjadibuktiataskeunggulan model pengembanganperangkatlunaksumberterbuka (opensource software).




Sistemoperasi Linux yang dikenaldenganistilah distribusi Linux (Linux distribution) ataudistro Linux umumnyasudahtermasukperangkat-perangkatlunakpendukungseperti server webbahasapemrogramanbasisdatatampilan desktop (desktop environment) seperti GNOME,KDE dan Xfce jugamemiliki paketaplikasiperkantoran  (office suite) seperti OpenOffice.orgKOfficeAbiword.
Perbedaanutamaantara Linux dansistemoperasipopulerlainnyaterletakpada kernel Linux dankomponen-komponennya yang bebas dan terbuka.Linux bukansatu-satunyasistemoperasidalamkategoritersebut, walaupundemikian Linux adalahcontohterbaikdanterbanyakdigunakan.Beberapalisensiperangkatlunak bebas dan sumberterbuka berdasarkanprinsip-prinsip copyleft, sebuahkonsep yang menganutprinsip: karya yang dihasilkandaribagian copyleft harusjugamerupakan copyleft. Lisensiperangkatlunakbebas yang paling umum, GNU GPL, adalahsebuahbentuk copyleft, dandigunakanoleh kernel Linux dankomponen-komponendari proyekGNU.

Pemrograman di Linux
Sebagianbesardistribusi Linux mendukungbanyak bahasapemrograman.Koleksiperalatanuntukmembangunaplikasidan program-program sistemoperasi yang umumterdapat di dalam GNU toolchain, yang terdiriatas GNU Compiler Collection (GCC) dan GNU build system. GCC menyediakankompilatoruntuk AdaCC++Java, dan Fortran. Kernel Linux sendiriditulisuntukdapatdikompilasioleh GCC.Kompilator takbebas (proprietary) untuk Linux antaralainadalah Intel C++ Compiler dan IBM XL C/C++ Compiler.

Kebanyakandistribusijugamemilikidukunganuntuk PerlRubyPython dan bahasapemrogramandinamis lainnya.Contohbahasapemrograman yang tidakumumtetapitetapmendapatdukungan di Linux antara lain adalah C# denganproyek Mono yang disponsorioleh Novell, dan Scheme. Sejumlah Java Virtual Machine danperalatanpengembangjalan di Linux termasuk Sun Microsystems JVM (HotSpot), dan J2SE RE IBM, sertaproyek-proyeksumberterbukalainnyaseperti Kaffe.

Berikutadalahperintah – perintah yang terdapatdalamlinux

Command
Description
man [namaperintah]
melihat manual perintah
apropos [suatu yang berhubungandenganperintah]
mencariperintahberdasarkansuatu
Ls
Melihatdaftardirektori
mkdir [namadirektori]
Membuatdirektori
cd [/direktori/lokasi]
Mengubahlokasidirektori
cp [nama file ataudirektori] [kedirektoriataunama file]
Menyalin file/Direktori
cp–r
akanmenyalinsetiap file dalamdirektori yang Andatentukan.
rm [nama file ataudirektori]
Menghapus file/Direktori
rm–Rf
akanmenghapussetiapdirektori yang Andatentukan.
Rmdir
menghapusdirektori
mv [nama file ataudirektori]
Ganti Name file/Direktori
locate [nama file ataudirektori]
Mencari file/Direktori
cat [nama file]
melihatisi file
more [nama file]
melihatisi file layar per layar
less [nama file]
melihatisi file baris per baris
pipeline/vertical bar
menggabungkanduaperintah
Clear
membersihkan terminal
[nama file]
menjalankan file
which [nama file]
mencari file




Memindahsebuah file dari folder satuke folder lain

Untukmemindahsebuah file darisuatu folder ke folder lainnyasamahalnyadenganmengcopy file darisuatu folder ke folder lainnyahanyabedanya kata “cp” dengan “mv”. Untukcaranyayaitu:
ketik (pertamamasukke folder yang inginkitapindahsalahsatufilenya) mv (spasi) nama file yang akankitapindah (spasi) tempathasilpemindahan file tersebut (contoh:/home/santoso/Desktop/data) (tekan Enter).


Mengganti nama file

Untukmenggantinamasubuah file cukupmudahyaitudengancara :
ketik (pertamamasukke folder yang inginkita rename salahsatufilenya) mv (spasi) nama file lama (spasi) nama file baru (tekan Enter).

Memindahsebuah file dari folder yang satuke folder yang lainnyasekaligusdenganmenggantinama file tersebut

Untukmemindahsekaligusmenggantinama file yang kit pindahtersebutdarisuatu folder ke folder lainnya, tetapidanganhanyamenggunakansatulangkah (move + rename sekaligus). Yaitudengancara :
ketik (pertamamasukke folder yang inginkitapindahdan rename salahsatufilenya) mv(spasi) nama file yang akankitapindahdandigantinamanya (spasi) tempathasilpemindahan file tersebutdanditambahkandengannamabarudari file tersebut(contoh: /home/santoso/Desktop/data/nama file yang baru) (tekan Enter).




DaftarPustaka



Designed by Animart Powered by Blogger